Tanaman yang Cocok di Teras Rumah

Teras rumah yang nyaman memadukan tempat duduk sekaligus tanaman hijau di sekelilingnya. Kebanyakan furnitur malah membuat tampilan teras menjadi penuh dan sesak. Lantas, tanaman apa saja yang cocok ditempatkan di teras rumah?

Beberapa tanaman dalam pot gantung bisa meruntuhkan kesan kaku pada teras, terutama bila teras rumah Anda cenderung sempit. Tanaman yang digantung dalam pot semacam itu misalnya sirih gading, lily paris, tanaman sirih merah, lipstick, begonia, dan keladi.

Perawatan tanaman dalam pot gantung juga mudah, karena syaratnya hanya cukup air dan cahaya. Jangan terlalu panas, karena tanaman akan layu dan akan mengurangi kadar warna daun.

Sementara untuk teras dengan ukuran lebih luas, Anda bisa menempatkan tanaman dalam pot-pot besar di lantai teras. Jenis tanaman sebaiknya yang berdaun lebar, karena daun lebar akan memberi tampilan hijau menawan sehingga teras terlihat teduh dan nyaman. Beberapa jenis tanaman berdaun lebar bisa Anda pilih seperti jenis aglonema, anthurium, puring, dan philodendron.

Untuk menyajikannya di teras, Anda bisa menyusun pot-pot tanaman berdaun besar dipadu dengan furnitur seperti meja kursi kayu atau rotan. Niscaya, perpaduan hijau tanaman dan coklat natural kayu akan membuat tamu atau Anda betah berlama-lama di teras rumah Anda.

Iklan

Cantiknya Taman Sanseviera Mini


Mewujudkan taman yang indah mungkin impian setiap orang. Namun, bagaimana bila lahan yang tersisa untuk taman di rumah Anda terbatas?

Banyak langkah dapat dilakukan untuk menghadirkan hijaunya taman di lahan terbatas. Ini bisa dilakukan dengan menanam tanaman di dalam pot atau menaman beragam tanaman di dalam satu wadah atau yang juga dikenal dengan sebutan grouping plant.

Keunggulan taman dalam wadah seperti ini adalah mudah dipindah-pindahkan. Bila bosan meletakkannya di teras, Anda bisa memindahkannya ke dalam rumah.

Menurut Ir. Sentot Pramono (konsultan lansekap Deesent Gallery&Art Bonsai), untuk membuat taman dalam wadah, sebaiknya pilihlah tanaman yang mudah dipelihara, misalnya tanaman keluarga sukulen. Sanseviera atau lebih dikenal dengan nama lidah mertua adalah salah satu keluarga sukulen yang cukup cantik untuk menghiasi taman mungil Anda. Taman ini bisa Anda beri nama taman sanseviera mini.

Untuk membuatnya, langkah pertama adalah memilih jenis sanseviera yang ukurannya kerdil. Setidaknya, ada lebih dari 60 spesies sanseviera. Karena lahan dalam wadah terbilang sempit, maka pilihlah sanseviera dengan ukuran kecil atau kerdil. Secara umum, ada jenis sanseviera yang daunnya tumbuh memanjang ke atas dan ada juga yang daunnya pendek dan membulat.

Ada 3 varian sanseviera yang daunnya pendek, yaitu sansevieria trifasciata atau “Golden Hahnii”, sansevieria trifasciata atau “Silver Hahnii”, dan sansevieria trifasciata hahnii. Ketiga jenis ini bisa diaplikasikan di dalam taman mini.

Menurut kaidah pembuatan taman mini, komposisi tanaman yang ada harus seimbang. Artinya, tinggi rendah dan warna tanaman harus diperhatikan. Untuk taman sanseviera mini ini, Anda bisa menggunakan jenis sansevieria trifasciata yang daunnya memanjang ke atas seperti sansevieria “Bantels Sensation” atau sansevieria trifasciata Laurentii.

Kesan Alami

Menata taman mini hampir mirip dengan mengatur taman pada umumnya. Selain mengatur tanamannya, kita juga perlu mengatur penggunaan pasir dan batu sebagai elemen pemanis agar taman tampak lebih cantik.

Pasir yang digunakan pada taman sansiviera mini seperti tampak pada gambar adalah jenis pasir malang dan pasir flores. Elemen ini berfungsi untuk memberikan kesan alami walaupun taman diletakkan di dalam wadah.

Selain penggunaan elemen pasir dan batu, wadah untuk taman dibentuk seperti batu alam yang terbuat dari campuran semen dan pasir. Namun, apabila Anda tidak punya waktu untuk membuatnya, taman sanseviera mini ini bisa dibeli dalam bentuk jadi, dengan harga mulai Rp 250 ribuan-Rp 300.

Memang, meskipun harga tanaman sanseviera per polybag terbilang murah, bila sudah ditata dalam bentuk taman jadi seperti ini akan menjadi mahal. Ini karena taman dibuat dengan memperhatikan segi estetika taman.

Nah, bila Anda ingin menyalurkan hobi bertanam tapi lahan sempit, Anda bisa mencoba membuat taman sanseviera mini.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Khusus yang Sibuk, Kedua Taman ini Boleh Dicoba


Keberadaan taman begitu penting sebagai elemen kesegaran dan sentuhan hijau di lingkungan rumah. Jika Anda memang termasuk orang yang super sibuk, dua jenis taman ini bisa Anda pilih untuk menyegarkan hunian.

Taman Minimalis

Taman Minimalis erat kaitannya dengan rumah minimalis yang terkendala oleh lahan terbatas. Bagi Anda yang sibuk bekerja, taman ini mudah perawatannya sebab tak memerlukan aktivitas tinggi karena konsep taman ini hanya bersih dan rapi.

Untuk jenis tanamannya, Anda bisa menggunakan jenis tanaman tropis. Namun, agar terkesan menarik, jangan menambah banyak material hardscape.

Tanaman yang ringan, tidak rimbun, dan dengan ranting teratur cocok untuk jenis taman minimalis. Jenis-jenisnya seperti Bambu Buda Belly (Bambusa tuldoides ‘Ventricosa’), Mimosa Silver (Acacia podalyriifolia), Tabebuia (Tabebuia aurea), Smak/Per.du Carrubean Copper Plant (Euphorbia cotinifolia), Siklok (Agave attenuata).

Taman Kering

Seperti namanya, taman ini tidak membutuhkan banyak air. Taman kering merupakan alternatif taman dalam rumah pengganti taman “basah” atau bersentuhan langsung dengan tanah dengan perawatan seperti pengairan rutin.

Taman ini cocok untuk Anda yang tak sempat melakukan perawatan dan penyiraman rutin setiap hari. Karena cenderung kering, taman ini bisa diletakkan di dalam rumah, seperti di sebelah ruang makan, dekat dapur, samping ruang keluarga, juga sebagai taman belakang rumah.

Taman seperti ini bisa dibuat dengan menempatkan material seperti batu-batu alam, kerikil, koral sebagai pengganti rumput. Adapun tanaman yang tepat untuk taman kering ini disarankan jenis tanaman yang kuat dengan paparan banyak sinar matahari, minim siraman air setiap hari, serta memiliki kelembaban yang cukup, seperti Agronema, Diffen, Pandan Bali, Palem kuning, Anthurium, berbagai jenis kaktus dan lidah mertua.

Agar semakin menambah eksotika taman, Anda bisa menambahkan aksesoris seperti bangku taman, pot unik, atau pancuran dari bambu.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Merawat Tanaman Dalam Ruang


Tanaman dalam ruangan atau kerap disebut dengan indoor plant telah direkomendasikan di gedung-gedung perkantoran, untuk membantu menghadirkan udara segar dalam ruangan.

Tanaman indoor dapat mereduksi polutan yang bergerak bebas dalam ruangan maupun terkandung pada material seperti kayu lapus, tisu, kertas pembersih, cairan penghalus kain, lapis bawah karpet, dan asap rokok.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah melakukan penelitian dan merekomendasikan tanaman-tanaman indoor yang efektif mengurangi polutan.

Tanaman tersebut ialah Gerbera daisy, Seruni atau krisan, English ivy, Lidah Mertua, Warnerckei, Peace lily, Chinese evergreen, Marginata, Palem bambu, Lidah buaya, dan kuping gajah.

Melihat fungsinya yang cukup membantu kesehatan, tanaman indoor juga perlu perawatan agar tetap terlihat menawan tanpa mengurangi fungsi kerjanya.

Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan adalah:

1. Memilih pot atau wadah yang sesuai Pot atau wadah tanaman selain sebagai fungsi estetika juga penting mengetahui pertumbuhan akar dan tunas tanaman. Pakai pot atau wadah dari plastik atau tanah liat.

Bahan dari plastik akan menjaga kelembaban suhu tanah lebih lama, sementara bahan tanah liat dapat membuat kelembaban dalam keadaan normal. Pot yang sesuai untuk tanaman bila saat dimasukkan dengan leluasa berarti ukurannya telah sesuai. Beri juga lubang drainase pada dasar pot.

2. Perhatikan suhu udara dan pencahayaan tanaman indoor umumnya dapat hidup dengan cahaya matahari yang terbatas.

Namun, bukan berarti tanpa pengaturan suhu dan cahaya. Suhu terlalu rendah atau tinggi dapat menimbulkan kerusakan.

Sementara mengenai cahaya, tanaman tetap butuh karena itu setiap satu – dua minggu sekali keluarkan tanaman agar mendapat sinar matahari selama dua sampai tiga jam.

Hindari terpaan sinar matahari langsung karena akan menghanguskan tanaman.

3. Perhatikan kebutuhan air dan kelembaban tanaman indoor jangan terlalu banyak diberi air, karena akan terlalu basah dan menjamur. Cukup rasakan kelembaban tanah. Beri air mengalir hingga keluar lewat lubang dasar pot. Tanaman yang diletakkan di ruangan dengan pendingin udara atau AC lebih diperhatikan karena AC mengeringkan kelembaban udara.

4. Pemupukan dan Pengendalian hama penyakit tanaman indoor perlu juga mendapatkan pupuk. Pakailah pupuk yang memiliki keseimbangan nitrogern, fosfor, dan kalium.

Tiga unsur ini penting untuk pertumbuhan batang, daun, akar, dan kekuatan tanaman. Rajinlah memangkas daun tanamanan yang menguning atau sakit. Pemangkasan memberi kesempatan tunas daun baru untuk berkembang. Untuk menghindari hama dan penyakit, bisa semprotkan insektisida yang aman bagi tanaman.

By alisuhendri Posted in Lanskap

PENTINGNYA TAMAN DIRUMAH ANDA

Keberadaan taman pada sebuah rumah tidak bisa sepelekan. Pentingnya taman dirumah anda merupakan suatu kebutuhan tersendiri, karena sebuah taman akan menjadi inspirasi bagi penghuni rumah tersebut, disamping itu keberadaan sebuah taman akan berdampak keasrian sebuah rumah.

Taman dirumah anda mesti ditata seapik mungkin, apalagi kalau taman itu sudah dihiasi kembang yang indah di pandang mata, plus sebuah kolam ikan yang permai. Dalam konsep rumah minimalis, menata taman mesti memperhatikan agar taman tersebut mirip-mirip disebuah alam, perlu ditambah dengan elememn kolam ikan seperti yang disebutkan sebelumnya, disamping itu ditambah dengan batu-batuan alam agar seperti alami.

Pentingnya taman dirumah anda. Kolam tidak saja hanya menambah keindahan dari sebuah taman tapi kolam juga berpengaruh terhadap kenyamanan udara. Keberadaan kolam menaikkan kelembapan udara di sekitarnya sehingga udara cenderung menjadi lebih sejuk.

Sesuaikan bentuk kolam dgn gaya bangunan anda. Jika bangunan cenderung ruman minimalis, buatlah taman dgngaya minimalis juga. Cukup kotak dgn finishing batu alam. Agar lebih hidup Anda bisa menambahkan pancuran air disana.

Bunyi gemericik air yg dihasilkannya membawa suasana nyaman dan homey di rumah anda. Pilih beberapa ikan koi dgn warna-warna yg menarik untuk diketakkan di dalam kolam. Selain memanjakan kita dgn warna-warninya, ikan koi juga memberikan unsur kehidupan di kolam.

Pentingnya taman dirumah anda. Suasana taman di depan rumah yg nyaman ini tentu tidak hanya menarik bagi tamu yg datang, tapi juga membuat Anda betah berlama-lama di teras depan rumah Anda sendiri. Letakkan sepasang kursi rotan bergaya minimalis.

Tambahkan bantalan pada dudukannya. Dan teras depan rumah anda pun bisa menjadi tempat favorit di kala santai membaca koran sambil menikmati secangkir kopi di pagi hari.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Taman Mungil Yang Mempesona

Hunian semungil apa pun bisa memiliki bagian-bagian yang dulu hanya identik dengan rumah berlahan luas. Termasuk memiliki taman indah nan asri.

Dulu rumah mungil jarang memiliki taman, apalagi yang indah, karena katanya akan membuat lahan jadi kelihatan lebih sempit dan sumpek. Ditambah lagi masyarakat yang memiliki rumah dengan lahan terbatas bingung, tanaman apa yang cocok ditanam di sana. Padahal, seperti sirkulasi udara, membuat taman tidak selalu memerlukan lahan yang luas.

Anggapan negatif itu sekarang telah terpatahkan dengan makin bermunculannya rumah-rumah mungil yang memiliki kebun atau taman yang ditata tidak kalah indah dengan taman yang dimiliki rumah besar di perumahan mewah. Lahan berukuran 2×3 meter saja kini bisa dijadikan taman yang indah dan sejuk. Tinggal bagaimana konsep taman yang ingin Anda terapkan. Yang perlu Anda ingat, jangan batasi ide menata taman Anda hanya pada tanaman. Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak sembarang tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana.

Menurut arsitek lanskap Arwindrasti, salah pilih tanaman akan membuat lahan sempit terlihat semakin sempit. Karena berada di lahan yang terbatas, biasanya sekitar 2–6 meter persegi, pemilik rumah tentu menginginkan taman minimalis ini bisa ditata seoptimal mungkin.

Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela berukuran besar. Selain itu, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan ketika membuat taman minimalis. Anda tahu bukan, hunian minimalis yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen? Nah, kebutuhan oksigen dapat diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis.Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran merupakan langkah yang tepat.

Membuat taman tidak selalu identik dengan tanaman yang banyak dan rimbun. Membuat kolam pun bisa menjadi konsep menarik. Menurut Aswir, salah seorang pemilik usaha lanskap, kolam yang cocok untuk lahan sempit bentuknya harus memanjang dan tidak melebar. Kolam yang melebar membuat taman terkesan kurang luas.

Di sekeliling kolam, Anda dapat meletakkan berbagai jenis tanaman dengan berbagai warna dan ukuran. Mengingat lahan yang tak luas, Anda bisa menempatkan tanaman-tanaman tersebut dalam pot. Selain tidak memakan banyak lahan, penggunaan pot juga lebih praktis untuk dipindah-pindahkan.

Untuk menutupi permukaan tanah, Anda bisa menggunakan rumput. Bisa juga dengan sekadar menebarkan batu. Anda dapat memilih batu koral atau batu bronjol putih. Agar tampilan kolam semakin cantik, Anda boleh menambahkan berbagai aksesori taman atau ornamen pancuran yang berdesain lucu dan unik.

Taman mungil boleh diberi ornamen-ornamen dan detail yang biasa dipakai oleh rumah-rumah besar. Ornamen seperti patung taman, lampu taman, kursi, bahkan jalan setapak, juga bisa diterapkan di taman mungil Anda. Tentu saja desain, ukuran, dan penataannya berbeda dengan ornamen rumah besar. Ornamen yang Anda pilih harus mungil, tidak terlalu besar, terlalu panjang, atau terlalu lebar, sehingga Anda masih punya space untuk meletakkan ornamen lain tanpa terkesan penuh.

Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bangunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Nah, kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.

Di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Anda bisa menempatkannya di bagian depan, belakang, pojok, samping, bahkan di dalam rumah.
Jika menyukai unsur air, Anda bisa menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah. Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana. Hindari bentuk- bentuk yang menyerupai gunung karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput peking.

Lain halnya untuk taman minimalis yang hadir di dalam rumah. Biasanya terletak di ujung tangga. Tanaman yang pas untuk taman di dalam rumah adalah keluarga palem-paleman. Tanaman berdaun hijau dengan sedikit semburat kuning, Dracena fragrans, juga layak Anda pilih.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Laut dan Hutan dalam Satu Taman

NUANSA laut hadir melalui berbagai bentuk dan ukuran kerang laut serta kolam yang mirip palung. Suasana hutan datang dari gemericik air terjun serta adanya pepohonan tinggi. Keduanya disatukan dan semakin cantik dengan tambahan ornamen jembatan dan jendela kamuflase.

Taman memanfaatkan area bawah tangga. Dengan adanya taman, tampilan bawah tangga tidak lagi membosankan. Bahkan, menjadikan ruangan lebih hidup.

Kolam berbentuk oval tak beraturan dan dirancang seperti palung laut, dengan kedalaman 1meter. Di tengah kolam terdapat tiga air mancur yang menyemprot ke tengah kolam. Di sekeliling kolam inilah diletakkan berbagai bentuk dan ukuran kerang laut.

Di satu sisi kolam, terdapat undak-undakan artifisial. Undakan tersebut difungsikan sebagai tempat mengalirnya air terjun. Gemericik air terjun tersebut memberikan ketenangan sekaligus sebagai elemen penyejuk ruangan. Pada sisi lain kolam, diletakkan sebuah jendela. Jendela hanya kamuflase sehingga tidak dapat dibuka-tutup. Fungsinya hanya sebagai elemen dekoratif dengan lukisan air terjun dan tanaman imitasi di baliknya.

Di area jendela, diletakkan pula pepohonan. Terbuat dari sejumlah batang dan ranting pohon ditambah dedaunan hijau. Batang dan ranting tersebut asli, tetapi daun-daunnya imitasi. Area taman yang miskin sinar matahari, merupakan alasan tidak diletakkannya pepohonan asli.

Sebagai penghubung area taman dengan pijakan terbawah tangga, diletakkan sebuah jembatan beralas kayu. Selain berfungsi sebagai penghubung, jembatan juga mendukung rancangan taman secara keseluruhan.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Indahnya Taman di Dalam Gang.

COBALAH jalan-jalan ke Rawasari Barat V di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. Di sana ada sebuah gang kecil yang tertata rapi, asri, dan menyenangkan. Di kiri-kanan jalan berjejer barisan pohon krokot, Opiopogon, puring (Cordyline), dan tricolor (Dracaena tricolor). Lebih ke dalam lagi terlihat deretan pohon kembang sepatu (Hibiscus vosasinensis), lidah buaya (Aloe vera), cikra-cikri, kecibeling, kenanga (Cananga odorata), kemuning, sambung nyawa (Ginora puldescens), kembang coklat, brotowali, dan sambiloto.

Gang kecil berukuran 1,5 m x 100 m ini berada di lingkungan padat penduduk. Di sekitar jalan berdiri 18 rumah yang dihuni 25 kepala keluarga. Sebenarnya nyaris tak ada area tersisa untuk penghijauan. Namun, keterbatasan lahan bukan penghalang.

Area tepian jalan dan bagian atas selokan dimanfaatkan untuk tempat meletakkan pepohonan. Pohon-pohon ditanam dalam pot plastik berdiameter 15 cm-30 cm. Sebagian lagi, tumbuhan jenis perdu ditanam dalam bak tanaman di atas selokan. Area itu pun dapat menyimpan hingga 150 jenis tumbuhan hias, buah, dan toga (tanaman obat keluarga).

Pada pagi dan sore hari, tumbuhan ini disirami. Sebulan sekali diberi pupuk kompos dan NPK. Sedikitnya dua bulan sekali warga berkumpul membicarakan taman lingkungan mereka. Hasilnya, pada 2003 lalu, taman di jalan kecil ini menjuarai Lomba Lingkungan tingkat Provinsi DKI Jakarta dan menjadi taman lingkungan percontohan. Di lingkungan Anda ingin juga seperti lingkungan mereka kan?

By alisuhendri Posted in Lanskap

Memanfaatkan Area Selokan untuk Taman

MEMILIKI lahan hunian yang tak terlalu luas, biasanya menyisakan lahan untuk taman terbuka, yang juga sempit. Keadaan inilah, yang kemudian menimbulkan inspirasi ide untuk memanfaatkan area selokan. Area yang berukuran 1,2mx5m, dapat menambah luas lahan hingga 25 meter persegi.

Bagaimana caranya? Pertama-tama bagian atas selokan ditutup dengan beton, jangan lupa membuat satu bak kontrol, yang bisa dibuka tutup, untuk membersihkan kotoran dan sampah. Setelah itu timbun permukaannya dengan tanah, kurang lebih 60cm. Sekarang tinggal ciptakan taman di atasnya.

Tanaman tinggi dijajarkan di sisi, yang berbatasan dengan pagar. Tanaman yang lebih rendah, ditanam sejajar kolam ikan, yang dibangun di pinggir dinding rumah. Di atas kolam, terdapat pijakan dari batu andesit. Bagian tepian kolam, yang berbatasan dengan taman, dihiasi batu koral telur.

Di atas kolam, terdapat sebuah bidang miring, yang terbuat dari tembok, yang dilapisi batu andesit bakar susun sirih. Bagian atas bidang ini mengeluarkan air, yang langsung jatuh ke kolam, seperti hujan.

Di salah satu sudut taman, diletakkan dua buah bangku dan sebuah coffee table, untuk area duduk. Agar penghuni rumah tetap bisa menikmati hijaunya taman di luar pagar, dipasanglah aksesoris kaca sandblast, sebagai pembatas.

By alisuhendri Posted in Lanskap