Di Lantai Bisa, Dinding Bisa


Umumnya, terdapat dua jenis batu yang digunakan untuk membuat lantai mozaik, yaitu batu pebble atau kerikil dan batu marble atau koral. Kerikil berbentuk kecil2 bulat dan biasanya dipilih yang tidak tajam. Sementara marble biasanya berbentuk pipih dan bentuknya tak beraturan.

Biasanya, lantai mozaik dijual dalam bentuk tile. Ukurannya yang paling kecil 10cmx10cm, sementara yang terbesar mencapai 40cmx40cm. Bagi yang ingin ukuran khusus jika dapat memesannya sesuai ukuran dan keinginan hati.

Setiap tile terdiri dari kumpulan batu dengan warna serupa. Selain itu, ada pula yang berisi kumpulan batu beragam warna. Soal desain setiap tile pun sebetulnya bisa dibuat khusus sesuai keinginan. Setiap produsen biasanya melayani pemesanan sesuai selera seperti ini. Dan setelah mozaik batu alam ini jadi, ia bisa dipasang ke seperti halnya memasang lantai keramik biasa.

Selain untuk lantai, mozaik batu ini dapat dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Banyak yang menggunakannya untuk lantai kamar mandi dan stepping stone di taman. Tidak hanya untuk itu, mozaik batu alam bisa juga dipergunakan untuk melapis dinding sehingga terlihat lebih alami

Iklan

Alternatif Mempercantik Dinding


Pemakaian wallpaper bukan melulu untuk urusan estetika. Kertas dinding ini punya kelebihan yang tak dimiliki cat tembok. Untuk pemasangan, serahkan pada ahlinya agar kertas dinding awet hingga bertahun-tahun. Selain itu, pilih yang terbebas dari racun.

Banyak alasan orang untuk melapisi dinding rumahnya dengan kertas pelapis dinding alias wallpaper. Salah satunya, untuk mendapatkan kesan dinding yang lebih ekspresif. Corak, motif, dan warna wallpaper sangat beragam sehingga membuat dinding terlihat lebih hidup.

Sama halnya dengan dunia mode, wallpaper pun mengenal tren yang disesuaikan dengan gaya rumah. Untuk rumah klasik, misalnya, bisa dipilih motif Victorian seperti bunga-bunga. Sebaliknya, untuk rumah minimalis, pilihan yang pas adalah warna gelap seperti abu-abu. Sementara jika rumah Anda bergaya Oriental, warna yang bernuansa gold merupakan pilihan jitu. “Wallpaper dengan gaya Oriental sekarang sedang menjadi pilihan nomor satu,” ungkap Harijadi A. Yosdhi, Managing Director PT. Aneka Papera Indah.

Mahalkah memasang wallpaper? Dulu memang harganya lumayan tinggi, tetapi sekarang di pasaran banyak dijual wallpaper dengan harga yang lebih murah. Harijadi pun menegaskan, salah kalau orang berangapan memasang wallpaper lebih mahal dibandingkan memakai cat biasa.

Kata Harijadi, ketahanan wallpaper bisa sampai 10 bahkan 15 tahun. “Paling banter 8 tahun, deh. Sementara cat hanya tahan 2 tahun. Kalau mau dicat ulang harus dikerok atau diamplas dulu. Biaya yang dikeluarkan jadi lebih besar.Belum lagi ruangan jadi kotor dan berdebu. Sementara wallpaper, dalam sehari sudah bisa dipasang dan tidak berbau.”

Dari segi harga, harga wallpaper yang paling murah sekitar Rp 12 ribu/meter hingga ratusan ribu rupiah. Meski sepintas terlihat mahal sehingga perlu menguras kocek lebih dalam, kertas pelapis dinding juga punya fungsi lain, yaitu menutupi retak-retak rambut di dinding, yang tidak bisa dilakukan oleh cat dinding biasa. Selain itu, kertas ini juga bisa dipakai untuk menutupi dinding yang tidak rata pengerjaannya.

Syarat Khusus
Satu hal yang perlu diwaspadai saat memilih wallpaper adalah soal kandungan bahan berbahayanya. “Pilih yang pencair tinta atau lapisannya berbahan dasar waterbase. Jadi, meskipun dipasang di kamar anak-anak, tidak berbahaya dan aman dipegang,” saran Harijadi.

Agar mendapat hasil terbaik, ia juga menyarankan, jangan langsung memutuskan membeli wallpaper di satu tempat. “Bandingkan dengan wallpaper lain di beberapa tempat atau lihat di beberapa situs internet.”

Ada syarat tertentu saat menempel wallpaper. “Kalau dinding baru, biarkan keringatan dulu (atau berembun). Biasanya dinding baru disiram air beberapa kali agar berembun. Selain hasilnya bagus, juga untuk meminimalis retak rambut. Untuk dinding yang kering dan rata tak perlu diplamir dulu, kecuali wallpaper produk China, dindingnya harus diplamir dulu.”

Perhatikan dengan seksama pola/motuf wallpaper yang akan dipasang. “Kalau tukang, sih, sudah biasa memasang. Sebaiknya memang memakai tukang agar hasilnya optimal supaya tidak menggelembung atau garis pemisahnya tidak kelihatan. Salah memasang malah menambah biaya lagi.” Soal perawatan? “Cukup bersihkan dengan lap basah jika berdebu,” kata Harijadi.

Tergantung Pemasangan
1. Sebelum membeli wallpaper, siaplah menerima konsekuensi pemakaian untuk jangka panjang.
2. Untuk ruangan kecil, sebaiknya pilih wallpaper dengan garis horisontal agar ruangan terlihat besar. Jangan terlalu
banyak motif karena terkesan ramai dan menambah sempit.
3. Kalaupun ingin bermotif, pakai yang jaraknya jarang-jarang atau hanya di satu dinding saja. Misalnya, di bagian
kepala tempat tidur.
4. Wallpaper yang tahan lama sangat tergantung pemasangan. Jangan sampai terkena rembesan/bocoran air karena lama-lama
bisa mengelupas.
5. Cocokkan dengan furnitur.

Cipratan Warna di Kamar Putih


Kamar anak didominasi putih bukan berarti tidak bisa dibuat ceria. Hiasi dong dengan cipratan-cipratan warna. Seperti di kamar tidur berikut ini.

Alkisah, sebuah keluarga kecil baru saja pindah ke sebuah rumah yang kebetulan seluruh dindingnya dilabur cat putih. Termasuk kamar anaknya. Rasanya terlalu plain, ya, untuk kamar anak? Tapi mau mengecat ulang, budget sudah tak memungkinkan. Tak perlu khawatir, warna putih bukan berarti tidak bisa jadi ceria. Triknya, mainkan warna warni dalam skala kecil.

Kamar tidur di foto ini misalnya. Dominasi putih tidak cuma di dinding, furnitur pun menggunakan warna warm white. Justru kita bisa memanfaatkan sifat putih yang mampu menonjolkan warna apa pun yang ada di dekatnya. Maka percikkan warna-warni di berbagai aksesori, di kamar tidur.

Di kamar ini, mulai dari pernik kecil seperti frame foto, boneka, hingga kursi, dibalut dengan warna-warni ceria. Meski hanya diaplikasikan di bidang-bidang yang kecil, nyatanya warna-warni tadi berhasil membuat kamar tidur tampil cerah dan “hidup”, khas anak-anak. Beres, kan, masalahnya? Terbukti bahwa putih tidak selalu hanya untuk menampilkan kesan clean dan “dingin”.

Anda yang mengeluhkan masalah yang sama, selamat mencoba!

Merawat Tanaman Dalam Ruang


Tanaman dalam ruangan atau kerap disebut dengan indoor plant telah direkomendasikan di gedung-gedung perkantoran, untuk membantu menghadirkan udara segar dalam ruangan.

Tanaman indoor dapat mereduksi polutan yang bergerak bebas dalam ruangan maupun terkandung pada material seperti kayu lapus, tisu, kertas pembersih, cairan penghalus kain, lapis bawah karpet, dan asap rokok.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah melakukan penelitian dan merekomendasikan tanaman-tanaman indoor yang efektif mengurangi polutan.

Tanaman tersebut ialah Gerbera daisy, Seruni atau krisan, English ivy, Lidah Mertua, Warnerckei, Peace lily, Chinese evergreen, Marginata, Palem bambu, Lidah buaya, dan kuping gajah.

Melihat fungsinya yang cukup membantu kesehatan, tanaman indoor juga perlu perawatan agar tetap terlihat menawan tanpa mengurangi fungsi kerjanya.

Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan adalah:

1. Memilih pot atau wadah yang sesuai Pot atau wadah tanaman selain sebagai fungsi estetika juga penting mengetahui pertumbuhan akar dan tunas tanaman. Pakai pot atau wadah dari plastik atau tanah liat.

Bahan dari plastik akan menjaga kelembaban suhu tanah lebih lama, sementara bahan tanah liat dapat membuat kelembaban dalam keadaan normal. Pot yang sesuai untuk tanaman bila saat dimasukkan dengan leluasa berarti ukurannya telah sesuai. Beri juga lubang drainase pada dasar pot.

2. Perhatikan suhu udara dan pencahayaan tanaman indoor umumnya dapat hidup dengan cahaya matahari yang terbatas.

Namun, bukan berarti tanpa pengaturan suhu dan cahaya. Suhu terlalu rendah atau tinggi dapat menimbulkan kerusakan.

Sementara mengenai cahaya, tanaman tetap butuh karena itu setiap satu – dua minggu sekali keluarkan tanaman agar mendapat sinar matahari selama dua sampai tiga jam.

Hindari terpaan sinar matahari langsung karena akan menghanguskan tanaman.

3. Perhatikan kebutuhan air dan kelembaban tanaman indoor jangan terlalu banyak diberi air, karena akan terlalu basah dan menjamur. Cukup rasakan kelembaban tanah. Beri air mengalir hingga keluar lewat lubang dasar pot. Tanaman yang diletakkan di ruangan dengan pendingin udara atau AC lebih diperhatikan karena AC mengeringkan kelembaban udara.

4. Pemupukan dan Pengendalian hama penyakit tanaman indoor perlu juga mendapatkan pupuk. Pakailah pupuk yang memiliki keseimbangan nitrogern, fosfor, dan kalium.

Tiga unsur ini penting untuk pertumbuhan batang, daun, akar, dan kekuatan tanaman. Rajinlah memangkas daun tanamanan yang menguning atau sakit. Pemangkasan memberi kesempatan tunas daun baru untuk berkembang. Untuk menghindari hama dan penyakit, bisa semprotkan insektisida yang aman bagi tanaman.

By alisuhendri Posted in Lanskap