Haruskah Batu Bata Dicat? Cek Dulu di sini!

Menggunakan batu bata sebagai aksen memang dapat mempercantik rumah. Namun, terkadang penampilan batu bata justru dapat merusak penampilan rumah.

Batu bata berumur panjang, tanpa perawatan, tanpa cat, namun membutuhkan perencanaan yang hati-hati.
– Scott Crocker

Untuk memperbaikinya, tak jarang orang tergoda untuk mengecat batu bata di rumahnya. Padahal, ada baiknya keinginan itu ditunda dulu. Diana Zumeta dari Brick Restoration, Scott Crocker dari Crocker Breslin Architects, dan Rick Watson dari Sherwin-Williams memberikan komentarnya mengenai pengecatan kembali batu bata.

Haruskah batu bata dicat?

Pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan mengecat batu bata, baik pada interior maupun eksterior.

“Mayoritas bata tidak pernah dimaksudkan untuk dicat,” kata Crocker.

“Batu bata berumur panjang, tanpa perawatan, tanpa cat, namun membutuhkan perencanaan yang hati-hati,” ujarnya.

Menurut Brick Industry Association, jika Anda mengecat bata eksterior, Anda sebaiknya mengecat kembali setiap tiga sampai lima tahun. Kualitas bata juga akan menentukan pilihan Anda.

Bata yang mudah rusak, mudah rapuh, berada dalam konsisi buruk adalah kandidat yang buruk untuk pengecatan. Cat menghambat pori-pori natural di permukaan bata. Ini akan membesarkan masalah yang memang sudah ada sebelumnya.

Selain mengecat, mengelupas cat dari bata bukan merupakan proses mudah. Anda harus menggunakan bahan kimia, dan seringkali cat tetap tidak terkelupas.

Tak bisa mundur

Setelah Anda memutuskan untuk mengecat batu bata Anda, tidak ada jalan untuk mundur kembali.

“Tanyakan pada diri Anda sendiri, jika Anda ingin menutupi sesuatu yang seharusnya diperlakukan berbeda,” kata Crocker.

Ia menyarankan untuk mengontak langsung pemilik gedung sebelumnya, pemilik awal, atau bahkan orang yang membangun rumah untuk menemukan masalah yang mungkin akan muncul.

“Anda harus sangat berhati-hati ketika mengubah hiasan eksterior dari sebuah dinding,” kata Crocker.

Kelembaban adalah kekuatiran yang biasanya segera muncul. Air dapat memasuki bata melalui pori-porinyaa, sambungan mortar yang tidak sempurna, dan celah lain. Maka, pastikan bata Anda benar-benar kering sebelum dicat.

Risiko jangka panjang akan terhindar, jika Anda memastikan hal ini terlebih dahulu. Bahan-bahan kimiawi natural dari batu bata juga akan berpengaruh pada ketahanan cat yang Anda berikan.

Residu

Menurut Brick Industry Association, mayoritas bata bersifat netral, namun mortar seringkali memiliki kandungan alkalin. Produk cat akan terpengaruh. Jadi, bahan yang tahan alkalin lebih disarankan.

“Pemekaran” adalah sebutan bagi residu berwarna putih yang menyebalkan. Residu ini seringkali tampak pada dinding bata berusia tua. Residu ini terbuat dari penumpukan garam yang larut di air. Namun, seringkali residu berasal dari kelembaban di dalam bata.

Anda bisa menghilangkan “pemekaran” ini dengan air dan sikat sebelum mengecat bata Anda. Tunggu dan lihat, apakah residu ini akan kembali. Jika kembali, Anda membutuhkan bantuan profesional.

Mengapa Dinding Baru Dicat Sudah Mengelupas?

Mengapa dinding rumah yang baru dicat tetapi sudah mengelupas, padahal sudah memakai cat yang berkualitas?

Kasus mengelupasnya cat tembok atau flaking, memang sangat sering terjadi dan menyebabkan kejengkelan sehingga kadang-kadang, kita buru-buru menyalahkan penyebabnya karena cat yang kita beli, tanpa mencari sumbernya terlebih dulu.

Pengelupasan cat bisa terjadi karena kondisi dinding memang lembab, hal ini bisa terjadi karena rembesan air dari talang yang konstruksinya kurang baik, atau kondisi tembok yang bersebelahan dengan taman. Kandungan air tanah yang tinggi di taman akan merambat naik pada pori-pori dinding sehingga dinding selalu basah. Atau bisa juga karena proses pengerjaan dinding yang kurang baik.

Campuran semen dan pasir yang kurang pas atau proses pengeringan dinding yang belum cukup umur, sehingga tembok masih mengandung garam alkali yang tinggi. Jika ini terjadi memang cukup menyulitkan karena kita harus merenovasi ulang tembok rumah karena masalahnya sudah menyangkut konstruksi rumah.

Cat Mengelupas Tapi jika kondisi tembok sudah cukup baik, kemungkinan yang lain adalah pada saat proses pengecatannya :

• Kondisi tembok baru mungkin belum benar-benar kering saat dicat.

• Penggunaan dempul atau plamir dinding yang mutunya rendah, sehingga pada saat dicat, dempul atau plamir tersebut terangkat atau beberapa waktu kemudian.

• Tidak menggunakan cat dasar / alkali primer atau cat dasar / alkali primer yang digunakan tidak sesuai dengan sistem pengecatan akhir.

• Pengecatan pada permukaan yang mengandung debu, kotoron, atau minyak sehingga daya rekat cat menjadi berkurang.

• Kebanyakan yang sering terjadi adalah pada saat mengecat ulang, lapisan cat lama tidak dikerok terlebih dahulu, sehingga lapisan cat lama yang daya lekatnya kurang, mudah tertarik atau terkelupas oleh lapisan cat baru yang mutunya lebih tinggi. Atau bisa juga pengecatan dilakukan diatas cat yang lama sudah mengapur, sehingga mudah mengelupas.

Setelah kita sudah tahu penyebabnya, maka solusi yang harus dilakukan adalah :

• Memperbaiki sumber kebocoran, agar air tidak merembes ke dinding

• Mengerok lapisan cat yang terkelupas sampai terlihat permukaan, kemudian bersihkan permukaan dari debu dan kotoran, baru kemudian melapisinya dengan cat dasar atau alkali primer, biarkan cat dasar tersebut mengering secara sempurna.

• Gunakan cat tembok dengan kualitas yang baik dimana daya rekat dan elastisitasnya baik, sehingga daya tahannya lebih lama dan tidak perlu terus-menerus mengulang pengecatan.  Gunakan cat tembok yang mengandung acrylic terutama untuk dinding luar. Dalam pengecatan biarkanlah lapisan awal mengering sempurna baru aplikasikan lapisan yang kedua dan seterusnya.

• Menggunakan cat tembok dengan kualitas rendah memang harganya murah, tetapi jika dibandingkan dengan penggunaan cat tembok bermutu tinggi, maka selain daya rekatnya lebih baik, daya sebarnya lebih luas dan warnanya tidak mudah pudar serta tidak mengelupas asal diaplikasikan dengan cara yang benar.

Mudah-mudahan informasi ini membuat kita jadi mengerti mengenai beberapa penyebab timbulnya kasus cat mengelupas dan solusinya.

Memperbaiki Engsel Pintu, Membuang Berisik

Bunyi berderak akibat gesekan besi dengan besi pada engsel pintu, bagi sebagian orang sangat mengganggu karena membuat tidak nyaman yang mendengarnya. Bahkan, ada yang sampai berhalusinasi seperti di film-film horor.

Namun, bagi sebagian orang lain, mungkin merasa tidak terganggu. Bunyi tersebut malah dianggap berfungsi karena tahu ada orang yang masuk atau keluar melalui pintu tersebut. Nah, bila Anda adalah orang yang merasa terganggu dengan suara berisik dari engsel pintu, tips berikut mungkin bisa mengatasinya:

Pemeriksaan

Langkah awal, periksa engsel pintu. Jika hanya kering dan berkarat, cara mudah dan murah adalah mengolesinya dengan minyak goreng. Cara ini cukup efektif mengurangi bunyi derak engsel pintu, tetapi kurang mampu menghilangkan karatnya.

Jika mempunyai dana lebih, bisa membeli cairan pelumas yang sekaligus bisa menghilangkan karat. Cairan ini banyak dijual di supermarket.

Bunyi pintu berderak juga bisa diakibatkan oleh kendornya engsel pintu. Jika hal ini yang terjadi, tak perlu buru-buru memanggil tukang kayu. Anda bisa mencoba memperbaikinya sendiri bersama keluarga tercinta.

Mengencangkan sekrup

Periksa kondisi engsel pintu. Jika karena sekrup yang kendor, cara mudahnya adalah langsung mengencangkan kembali sekrup tersebut dengan obeng.

Namun, jika sekrup tidak mau dikencangkan, kemungkinan besar rumah sekrup-kayu kusen atau daun pintu sudah longgar. Ganti sekrup dengan ukuran yang sedikit lebih besar dan kencangkan.

Jika cara tersebut tidak berhasil, mungkin karena lubang sekrup terlalu kecil. Cara yang lebih baik adalah melepas daun pintu untuk memperbaikinya agar hasilnya lebih optimal.

Untuk melepas daun pintu, Anda bisa meminta bantuan istri dan anak-anak untuk memegang daun pintu, lalu lepaskan slop besi penghubung engsel pintu. Setelah engsel-engsel pintu terlepas, rebahkan daun pintu di lantai secara perlahan.

Kemudian, lepas sekrup-sekrup engsel pintu yang kendor, baik pada kusen maupun daun pintu, kemudian masukkan fiser sekrup pada rumah sekrup. Fiser ini berfungsi sebagai bantalan untuk menempel pada rumah sekrup saat sekrup diulirkan pada rumah sekrup.

Setelah selesai mengencangkan semua sekrup, pasang kembali daun pintu dengan memasukkan slop besi pada lubang penghubung engsel pintu. Setelah selesai memasang, olesi engsel pintu dengan cairan pelumas supaya hasilnya lebih optimal.

Nah, mudah bukan? Selain menghemat biaya untuk membayar tukang kayu, pengalaman berharga dan hubungan rumah tangga Anda akan lebih harmonis.