Atasi Rembesan Plafon dari Kamar Mandi Atas


Bila di lantai atas rumah Anda memiliki kamar mandi, terkadang terlihat bercak seperti ompol di plafon. Pemandangan ini tentu membuat tak nyaman.

Ada beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan untuk mengatasinya berikut ini:

- Perhatikan kemiringan lantai agar air dapat mengalir ke saluran pembuangan dengan baik. Jika tidak, air akan menggenang dan merusak nat, selanjutnya merusak plesteran di bawah lantai. Apabila dibiarkan, hal ini akan menyebabkan kebocoran pada plafon.

- Untuk mencegah bocor dan rembes, gunakan waterproofing dua komponen yang terdiri dari bubuk dan cairan. Langkah-langkahnya meliputi;

*Bongkar lantai kamar mandi dan bersihkan dari serpihan adukan kering

*Campurkan waterproofing dua komponen hingga menjadi “pasta”.

*Sapukan waterproofing dengan kuas secara vertikal searah ke seluruh area, termasuk sekitar floor drain

*Tunggu sesaat hingga waterproofing kering, lalu sapukan lapisan kedua dengan arah horisontal dan jangan sampai terkena air selama 24 jam.

*Hari berikutnya, sapukan adukan semen instan yang telah dicampur sesuai aturan dengan menggunakan roskam bergigi. Jangan lupa, perhatikan kemiringan lantainya.

*Pasang keramik baru, lalu beri tekanan dengan palu karet.

*Tunggu minimal tiga minggu agar adukan kering, lalu tutup nat dengan bahan pengisi nat

Bahan Alami, Irit dan Tokcer Bersihkan Lantai


Beberapa dari Anda mungkin begitu hati-hati dalam memilih bahan kimia untuk membersihkan lantai rumah. Bahan-bahan alami berikut ini, mungkin bisa menjawab kewaspadaan Anda.

Buah Lemon

Buah dengan aroma segar ini dapat digunakan untuk membersihkan lantai rumah Anda, terutama lantai dari marmer. Kandungan asam di dalam buah ini merupakan bahan alami yang mampu membunuh kuman.

Caranya, peras lemon dan tambahkan sedikit garam, kemudian celupkan lap ke dalam larutan ini. Kemudian, gosokkan pada lantai dan bilaslah kemudian dengan air.

Baking soda

Selain mengurangi bau ruangan yang kurang sedap, baking soda dapat membersihkan kotoran berkerak. Taburkan bahan pembuat kue ini ke lantai keramik, diamkan beberapa saat, kemudian gosok sebentar dengan lap kain.

Cuka

Cairan pelengkap rasa ini juga berguna untuk membersihkan lantai rumah Anda yang kusam, menghilangkan kerak atau jamur. Untuk menggunakannya, tuangkan cuka ke permukaan lantai, lalu diamkan selama beberapa menit dan bersihkan dengan kain pel hingga bersih. Anda dapat mengepel sekali lagi dengan air bersih untuk menghilangkan bau cuka.

Ampas kelapa

Parutan kelapa yang telah selesai diambil santannya disebut ampas kelapa ternyata dapat digunakan untuk membersihkan dan mencerahkan lantai rumah. Ampas kelapa mengandung disinfektan yang dapat membasmi kuman.

Caranya, siapkan ampas kelapa dan dicampur air jeruk nipis, kemudian gosokkan ke lantai. Gosokkan ampas secara bertahap, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih merata.

Linoleum : Solusi Baru Penutup Lantai

Lantai keramik, terialu umum digunakan. Lantai karpet, susah perawatannya. Parket, mahal. Belum lagi desainnya begitu-begitu saja. Lalu, harus pilih penutup lantai jenis apa ya?

Dalam mendesain apapun, setiap orang punya mimpi. Dan tentunya, ingin mimpi tersebut dapat diwujudkan.

Namun minimnya informasi serta keterbatasan waktu dan tenaga, kadang membuat seseorang pada akhirnya menentukan pilihan yang itu-itu saja. Alhasil, ketika semuanya telah selesai dibangun, apa yang diharapkan tak sesuai dengan apa yang diimpikan. Belum lagi masalah lain, misalnya faktor kebosanan. Kita sering dihadapkan pada desain yang seragam dan bahan material sama, sehingga apa yang kita miliki tak ada bedanya dengan orang lain.

Sama halnya ketika memilih produk penutup lantai untuk rumah tinggal. Saat ini, masyarakat masih memiliki anggapan bahwa penutup lantai harus menggunakan keramik. Keramik dianggap praktis, gampang, dan mudah perawatannya. Perlu dicatat, itu untuk keramik dengan pemasangan standar atau keluaran pabrik. Jika ingin memodifikasi desain dengan memotong-motong keramik, perlu waktu dan juga tenaga yang lebih banyak untuk membuat model yang diharapkan. Belum lagi risiko keramik patah.

Begitupun dengan karpet. Iklim indonesia yang berdebu, membuat perawatan karpet menjadi melelahkan. Bakteri akan mudah mengendap di lantai. Kesehatan keluarga pun pada akhirnya harus dipertaruhkan. Sedangkan bila memakai parket, harga dan perawatannya dianggap masih terlampau mahal. Kayu yang melangka membuat harganya terus meroket.

Indonesia juga termasuk subur akan rayap. Walau sudah banyak produk antirayap, tetap saja belum dijamin ketahanannya.

Bila Anda ingin mencoba sesuatu yang baru, bahan penutup lantai yang memiliki daya tahan lama, berkualitas tinggi dengan desain yang inovatif, linoleum adalah salah satu solusinya. Anda bisa mewujudkan desain lantai yang ingin dihadirkan di rumah Anda pribadi.

Apa Itu Linoleum?

Forbo linoleum adalah bahan penutup lantai, terbuat dari minyak biji flax (linseed oil) yang dicampur dengan tepung kayu atau serbuk gabus dan direkatkan pada media berbahan dasar dari kain berserat kuat atau kanvas.

Forbo linoleum adalah material homogeneous. Tidak terdid dari lapisan-lapisan dan dari atas sampai ke bawah, materialnya akan berpenampilan sama. Forbo Linoleum menggunakan material jute sebagai backing, yang juga 100 persen alami. Begitupun dengan topshield sebagai lapisan pelindung permukaan, juga 100 persen alami.

Bentuknya hampir sama dengan vinil, tapi sebenamya bukan. Menurut Asmara, Direktur PT Indo Flooring, “Banyak orang yang mengira bahwa linoleum sama dengan vinil. Padahal itu beda, dan bedanya mendasar, yaitu dari bahan yang digunakan. Vinil dibuat dari PVC atau plastik yang tidak alami, sedangkan forbo linoleum dibuat dari 100% bahan alami, dan sangat ramah lingkungan.”

Pilihan Jenis Dan Warna

Ada tiga jenis linoleum yang terdapat dipasaran yaitu jenis marmoleum, artoleum, dan walton. Perbedaan yang paling mencolok adalah dilihat dari segi motif warnanya. Marmoleum, berasal dari kata marmer sehingga motif warnanya menyerupai batu marmer. Artoleum, secara garis besar ada tiga pilihan motif wama yaitu polos, motif kulit buaya, dan bintik-bintik awan. Sedangkan walton; secara garis besar motif warnanya seperti serat kayu, beton, dan desain kontemporer.

Dalam pemasangannya, semua jenis linoleum dapat dipadupadankan. Bahkan untuk mendapat desain dan bentuk lantai yang diimpikan, kita bisa memotong-motong material sesuai keinginan.

Memperbaiki Lantai Rumah yang Amblas/Turun

Lantai merupakan elemen rumah yang paling penting dan banyak dimanfaatkan oleh penghuni rumah. Setiap hari lantai diinjak dan menjadi alas untuk menahan beban-beban barang yang ada diatasnya. Beberapa masalah yang terjadi pada lantai salah satu nya lantai amblas atau turun.

Penyebab terjadi nya lantai amblas atau turun adalah sifat asli lantai berupa tanah atau pekerjaan pada saat pemasangan lantai yang tidak benar. Beberapa contoh penyebab amblas nya lantai akibat kondisi tanah antara lain tanah lembek atau labil, retak, atau adanya akar tanaman yang tersisa di bawah lantai.

Bahan yang harus dipersiapkan untuk memperbaiki lantai yang amblas atau turun :

* Semen
* Batu kricak atau kerikil
* Pasir
* Sendok semen

Langkah pengerjaan untuk mengatasi masalah lantai yang amblas atau turun :

Angkat lantai yang turun, termasuk adukan semen dan urugan pasir hingga permukaan dasar tanah terlihat.
Padatkan tanah dengan cara ditumbuk. Bila permukaan tanah masih lembek, tambahkan batu kerikil lalu padatkan sampai rata.
Setelah benar-benar padat, taburkan pasir secara merata hingga ketebalan sekitar 10 cm dan siram pasir memadat.
Untuk pemasangan lantai lama, terlebih dahulu bersihkan lantai dari sisa-sisa perekat lama.
Siapkan spesi sebagai perekat lantai berupa campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir.
Letakkan spesi diatas pasir yang sudah padat, lalu ratakan.
Pasang lantai secara rapi dan hati-hati dengan memperhatikan kerataannya.