Membuat Taman di Dalam Ruang

SEMUA tentu peduli dengan sebuah lingkungan perumahan yang indah dan asri. Lingkungan yang demikian itu bisa dibangun dari taman rumah. Sekecil apapun lahan halaman yang kita punya, kita bisa memanfaatkannya sebagai taman.

Taman sendiri sebetulnya tidak hanya bisa dibuat pada lahan terbuka. Taman dapat dibuat di dalam ruangan. Orang mengenal model taman seperti ini sebagai taman dalam.

Taman dalam dapat dibangun pada area terbuka pada ruang dalam. Misalnya pada innercourt atau ruang terbuka di bagian dalam bangunan. Ukuran innercourt-nya sendiri sebetulnya tak harus dipermasalahkan. Yang penting, fungsi inncercourt sebagai pintu keluar masuk udara dari dan ke dalam bangunan dapat maksimal.

Nah, untuk memaksimalkan fungsinya, pada innercourt bisa dibuat taman kering. Adanya taman pada innercourt dapat membantu terciptanya sirkulasi udara di dalam rumah. Taman pada innercourt berfungsi, antara lain menyediakan pasokan udara segar pada bagian dalam rumah. Innercourt juga dapat memberikan perbedaan temperatur udara, sehingga dapat mendorong udara panas ke luar bangunan.

Untuk membuat taman pada innercourt pun sebetulnya tak harus ribet. Jenis tanaman tak perlu banyak. Maksimal 2-3 jenis tanaman. Selain pertimbangan kemudahan akan perawatan, taman dalam dibuat minimal guna menyelaraskan konsep hunian modern. Sisanya, Anda bisa menambahkan elemen lain seperti batu alam jenis koral atau batu kali pecah. Sebagai penambah kecantikan, tambahkan elemen lain seperti gentong. Jika lahan cukup, buatlah kolam pancuran mini sebagai pemberi nuansa lewat bunyi gemericik air.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Taman Minimalis Lebih Praktis

LAHAN sempit seringkali menjadi alasan sebuah rumah tidak memiliki taman. Ditambah lagi dengan kesibukan si empunya rumah, yang membuatnya tidak mau terlalu repot mengurus taman dan tanaman.

Padahal keberadaan taman, dapat memberikan banyak manfaat. Tidak hanya memperindah tampilan fasad rumah, taman juga merupakan salah satu solusi terbaik untuk sirkulasi udara. Bagaimana membuatnya pada lahan yang minim?

Tak sulit! Setiap masalah ada solusinya. Untuk lahan terbatas, bangunan sebuah taman kecil berkonsep minimalis. Taman ini merupakan konsep taman yang menuntut kepraktisan. Pilihan jenis tanamannya (softscape) cenderung dari jenis yang mudah ditanam dan dirawat. Contohnya, bakung, palem, euphorbia, dan sebagaiya. Tanaman-tanaman ini tidak membutuhkan penyiraman yang terlalu sering. Selain itu, mereka juga tahan panas dan perubahan cuaca.

Tak hanya tanaman, furnitur dan aksesori pun harus minim perawatan. Pilihannya bisa menggunakan batu alam atau taburan koral. Batu alam berwarna gelap, seperti batu candi atau batu tempel, tidak akan mudah terlihat kotor, sehingga tidak perlu sering dibersihkan.

Sedangkan taburan batu koral, bisa diaplikasikan sebagai pengganti rumput. Tetapi bukan berarti taman minimalis tidak boleh ditanami hamparan rumput. Boleh saja, asal pilih rumput yang mudah perawatannya, seperti rumput gajah mini atau kucai mini.

Taman minimalis bisa diaplikasikan di berbagai ukuran lahan. Tinggal pandai-pandai mengatur letak softscape dan hardscape, sehingga tetap indah walau berada di lahan yang juga minim.

Untuk menambah keindahan taman, taman dapat dipadu dengan elemen bergaya tradisional Indonesia. Elemen ini dapat ditambahkan dalam jumlah yang juga minim, alias tidak mendominasi ruang pada taman. Misalnya, menenam tanaman kamboja dan ornamen bergaya Bali untuk menciptakan nuansa Bali. Atau bisa juga dengan menempatkan furnitur antik Jawa untuk menciptakan nuansa Jawa masa lalu.

Mudah bukan? Jadi tunggu apa lagi? Ayo segera bangun tamannya!

By alisuhendri Posted in Lanskap

Klasifikasi Jenis Tanaman

PADA sebuah taman, berbagai jenis tanaman terpilah dalam beberapa kelompok. Secara garis besar, sebagai berikut:

Pohon. Tanaman ini adalah jenis yang tingginya minimal 4,5m dan memiliki batang, cabang, dan ranting. Sebagian orang memilih tananam berbuah, sebagian lagi tanaman yang hanya berbunga. Pada lahan sempit, tanaman berbunga akan lebih menghidupkan suasana. Contoh untuk ini, antara lain bungur, sapu tangan, casia golden, atau dadap merah. Aplikasi: ditanam di pinggir teras dengan rambatan tanaman sirih gading, akan membuat tampilan lebih hijau.

Semak tinggi. Tanaman ini adalah jenis yang ketinggiannya mencapai 2m-4,5m. Contoh: kamboja, kastuba, kenanga.

Semak sedang. Ini adalah jenis tanaman dengan ketinggian antara 1m-2m. Contohnya,antara lain melati, mawar, dan kemuning.

Semak rendah. Kategori ini khusus untuk kelompok tanaman dengan ketinggian antara 30cm-1m. Tanaman hias dalam kelompok ini antara lain soka, kenikir, tapak dara, aglonema, dan kuping gajah.

Ground cover. Ini adalah tanaman yang pertumbuhan tinggi maksimalnya 30cm. Biasanya tanaman jenis ini dijadikan menjadi pembatas (border) suatu taman,. Menjadi pembatas antara teras dengan rumput, misalnya. Termasuk dalam kategori ini, antara lain tanaman kacang-kacangan, rumput kucai, dan soka pendek.

Rumput. Selain ground cover, kita juga mengenal aneka jenis rumput -jenis tanaman yang terhampar dalam suatu luasan tanah. Yang paling mudah tumbuh sekaligus ringan perawatan adalah rumput gajah. Jenis lainnya yang lebih halus, dengan daun menyerupai jarum, adalah rumput peking dan rumput manila.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Tips Taman Dalam Rumah

Gelap,pengap,lembab, sumpek akan terasa bila rumah kita tidak memiliki bukaan yang memadai. Bila lubang angina, jendela dan pintu dirasa belum mencukupi kebutuhan penghawaan dan pencahayaan yang baik,bisa dibuat ruang dengan bukaan di bagian atap di rumah. Ruang ini biasa disebut patio, yang diletakkan di tengah, pinggir, atau belakang rumah.

1. Patio dapat ditata menjadi taman yang dipenuhi tanaman, atau menjadi taman kering dengan batu-batuan sebagai elemen pengisinya.
2. Pilih tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari dan mudah perawatan. Misalnya anthurium, palem, pandan bali,dll.

3. Beberapa tanaman dalam pot yang disusun sedemikian rupa berdasarkan komposisi dan peletakan yang tepat, bisa jadi pilihan pengisi patio

4. Selain ditanami tumbuh-tumbuhan, patio juga dapat dihiasi berbagai macam batu alam seperti batu paras,koral dan batu candi.

5. Untuk menciptakan kesegaran dan kesejukan, tambahkan elemen air berupa kolam dan pancuran.

6. Bila memang tidak memungkinkan menanam tanaman hidup di patio, bisa diletakkan tanaman artificial

7. Agar rumah tetap mendapat pencahayaan yang baik namun tidak terkena hujan, beri tudung atap yang terbuat dari bahan transparan atau genteng kaca.

8. Bisa juga dengan membiarkan atap terbuka namun dipasangi teralis yang permanent atau dibuka tutup dengan engsel. Lapisi lagi dengan kawat nyamuk untuk mencegah masuknya nyamuk sekaligus memecah curahan air hujan.

By alisuhendri Posted in Lanskap

Menanam Kriptantus dan Tillandsia di Talang

Ingin mengolah material lebih kreatif dan padu dengan mengenal akan karakter tanaman? Salah satu caranya bisa dilakukan dengan menanam kriptanus dan tillandsia di talang rumah!

Kalau Anda berpikir foto ini menampilkan gambar karangan bunga, maka Anda salah. Walau memang terlihat mirip, ini adalah sebuah artwork unik. Ia merupakan rangkaian tillandsia dan kriptantus yang ditanam di permukaan talang.

Kreasi unik ini berawal dari keinginan pemilik rumah untuk menutup talang yang mengganggu pemandangan di teras belakang rumahnya. Mulanya, pemilik rumah sempat memikirkan beberapa pilihan untuk talang itu. Mengecat, menutup dengan GRC, hingga melukis adalah pilihan-pilihan tersebut. Kemudian, desainer taman mereka memberikan sebuah solusi unik. Yakni, membuat talang menjadi media untuk vertical planting .

Untuk aplikasi unik ini, talang lebih dahulu dibungkus dengan serabut kelapa. Setelah itu, tanaman kriptantus dan tillandsia yang akarnya telah diberi sedikit media dan dibungkus serabut kelapa, kemudian diikat.

Fivie, sang desainer, menggunakan material serabut kelapa karena penampilannya yang natural dan teksturnya yang unik. Yang lebih penting lagi, material ini juga dapat berfungsi sebagai media tanam. Sedangkan untuk jenis tanaman yang digunakan, tillandsia dan kriptantus adalah jenis bromeliad yang tidak membutuhkan banyak media tanam. Dalam keadaan tertentu, tanaman ini bahkan dapat tumbuh nyaris tanpa tanah.

Selain talang, teknik ini juga bisa dilakukan di bidang lain, misalnya pagar atau dinding. Coba cek rumah Anda, siapa tahu ada media baru untuk ditanam!

( disadur dari : kompas.com )

By alisuhendri Posted in Lanskap

Percantik Taman dan Kolam dengan Teratai

Aneka warna bunganya akan memperindah taman rumah Anda. Tanaman ini pun gampang dirawat dan dibiakkan. Baik di dalam pot maupun di kolam, teratai (Nymphaea lotus ) adalah pilihan pas untuk mempercantik taman Anda. Tanaman air ini memiliki bunga indah berwarna pink , putih, ungu, dan kuning. Ditopang batang dan daun berbentuk bulat yang memiliki lapisan lilin pada permukaannya, bunga teratai tumbuh di atas permukaan air.

Tanaman yang dapat hidup di lumpur ini memerlukan penyinaran matahari penuh untuk tumbuh optimal. Teratai pun tergolong tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat. Daun dan batangnya dapat menyebar hingga sepanjang 100cm-120cm.

Untuk mengontrol pertumbuhannya, Anda perlu melakukan pemangkasan. Jika dibiarkan, daun yang tumbuh lebat menutupi kolam dapat mengurangi masuknya sinar matahari ke kolam. Ini bisa mengganggu pertumbuhan ikan dan tanaman air lainnya di kolam.

Jika Anda menempatkan teratai di kolam, usahakan agar daun teratai berada di permukaan air. Gunakan beberapa batu bata untuk menyangga jika menggukanan pot yang berukuran terlalu pendek di dalam kolam. Seiring meningginya ukuran teratai, satu-persatu batu bata bisa dikurangi.

( disadur dari : kompas.com )

By alisuhendri Posted in Lanskap

Air Terjun dan Fountain Untuk Taman Yang Mungil

Suara gemericik dan alunan aliran yang dihasilkan oleh air terjun maupun fountain tak pernah gagal menghibur penikmatnya. Karena itu, banyak orang menginginkan fountain hadir di halamannya.

Namun terkadang air terjun-terutama yang berbentuk tebing-memerlukan area yang cukup luas. Untuk Anda yang hanya memiliki area kecil dan mungil, jangan berkecil hati. Ada air terjun bergaya etnis bali, yang berukuran kecil, hanya sekitar 2 m2.

Diletakkan Dimana?

Air terjun Bali bisa diletakkan di taman depan atau di dalam rumah, atau bisa juga diletakkan “sendirian” tanpa ditemani tanaman-tanaman hias. Jika ingin meletakkannya di taman, letakkan di tembok/sisi taman yang kosong untuk menghilangkan kesan sepi pada sisi tersebut.

Air terjun ini biasanya dilengkapi dengan kolam kecil di depannya. Anda bisa menambahkan ikan hias atau tanaman air agar penampilannya makin alami. Sebaiknya tanaman air ditanam di dalam pot dan tidak langsung ditanam di dasar kolam. Hal ini untuk menjaga agar air kolam tidak menjadi keruh. Taburkan juga batu koral kecil di atas pot, untuk mencegah tanah larut oleh air.

Sirkulasi Air

Air terjun biasanya dibuat berputar dengan menggunakan pompa air bertenaga listrik. Pompa dapat diletakkan di kolam atau disembunyikan di bawah konstruksi air terjun. Yang lebih tampak indah tentunya jika pompa disembunyikan di dalam konstruksi. Namun jika sulit melakukannya, pompa bisa juga disembunyikan di antara tanaman air.

Agar jatuhnya air nampak lebih “indah”, beberapa penjual menemukan ide menarik yang bisa ditiru. Salah satunya yaitu dengan menggunakan kaca di pinggir tiap undakan atau dengan membuat beberapa lubang di pipa paralon atas.

( disadur dari : berbagai sumber )

By alisuhendri Posted in Lanskap

Kolam yang Bersih dan Rindang

Bagi siapa saja yang mempunyai taman dengan kolam kecil maupun kolam renang, kendala membersihkan merupakan salah satu penghalang besar dalam perawatan sehari-hari. Daun yang gugur dari tanaman di sekitar kolam kerap kali jatuh ke dalam kolam dan mengotori permukaan air yang ada.

Kerugian jika daun gugur banyak berjatuhan di kolam, kita akan mempunyai jadwal membersihkan lebih sering dilakukan. Jika tidak cepat ditangani, dapat membuat air kolam cepat keruh dan dapat menghambat saluran irigasi maupun drainase kolam. Dan pada akhirnya nanti, kita harus mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk merawat taman.

Lalu, sulitkah untuk menjaga agar daun-daun tidak mengotori kolam?

Pertanyaan diatas dapat dijawab saat kita memilih jenis tanaman seperti apa yang cocok ditempatkan di area pinggir kolam. Ada baiknya mempelajari jenis tanaman yang akan di pilih, terutama bagaimana dan kapan dia akan menggugurkan daunnya dan kapan proses pembungaan tanaman terjadi. Biasanya dalam proses pembungaan tersebut, mahkota bunga serta serbuk sari dapat berterbangan saat waktunya bermekaran dan gugur.

Jenis tanaman yang umumnya ada di pinggir kolam adalah jenis Palem dengan daun yang relatif besar. Jika daun Palem gugur, dia akan jatuh seperti pelepah kering dan tidak tersebar berantakan. Jika pun jatuh di atas permukaan air, daun dapat diambil sekali jalan tanpa meninggalkan bekas atau serpihan/potongan kecil yang merepotkan. Jenis palem yang biasa digunakan adalah Palem Puteri (Veitchia merrillii ), Palem Bismarkia (Bismarckia nobilis ), Palem Silver (Coccothrinax argentea ), Palem Merah (Crytostachys rendra ), Palem Royal (Roystonea regia ), dan lainnya.

Jenis tanaman lainnya adalah dengan memilih lebar daun yang cukup besar sehingga mudah untuk dibersihkan serta tidak mudah gugur. Contohnya adalah jenis Pohon Kamboja (Plumeria rubra ) . Daunnya yang cukup besar dan kokoh cukup sedikit yang gugur. Bahkan jika ada sedikit bunga yang jatuh pada kolam, terutama yang berwarna putih kuning, akan menjadi pemanis tersendiri.

Atau dengan menggunakan semak dengan berbagai warna pada daun atau bunganya. Yang perlu diperhatikan dalam penempatan tanaman semak ini adalah jarak lokasi penanaman dengan kolam. Ada baiknya jika diletakkan agak jauh dan tidak menghalangi area jalan di pinggir kolam renang. Umumnya hadir berupa flower bed disisi jalan pedestrian kolam.

Jenis tanaman yang dapat digunakan adalah jenis Puring berdaun besar dan berwarna meriah (Codiaenum variegatum ), Drasaena (Dracaena sp. ), Kamboja Jepang (Adenium sp ), Daun Bahagia (Dieffenbachia sp .) untuk di area agak teduh, Monstera daun besar dan lebar (Monstera deliciosa , daun kesan sobek dan Monstera obliqua , untuk daun kesan bolong), Nanas Kerang (Rhoeo spathacea ), Nanas-nanasan (Bromelia sp. ), Jenis Lily (Hymenocallies sp. ), dan jenis lainnya.

Untuk kolam, disarankan untuk menghindari jenis semak berdaun kecil. Terutama untuk kolam renang. Daun dengan ukuran kecil rekatif mudah kering dan gugur serta ringan terbawa angin. Jika memang terpaksa untuk menggunakan jenis tanaman dengan ciri berdaun pendek dan kecil ini, letakkanlah di tempat yang agak jauh dengan permukaan kolam.

Dengan pemilihan jenis tanaman diatas, peranan kegiatan pemeliharaan juga terlibat. Semakin rutin kita menjaga kebersihannya, air kolam akan tetap bening dan bersih dalam jangka waktu lama, serta taman terlihat rapi dan nyaman.

( disadur dari : kompas.com )

By alisuhendri Posted in Lanskap