Sambut Tamu Anda dengan Teras Atraktif

Sebagai lokasi yang mendapat “tempat kehormatan” untuk menyambut tamu yang datang pertama kali, teras rumah memang perlu mendapat perhatian lebih. Dengan penataan tepat dan lebih atraktif, setiap tamu yang mengunjungi rumah Anda pun akan merasa nyaman.

Selain itu, hunian Anda juga akan tampil lebih menarik. Namun, pertimbangan pertama dalam menata teras adalah lokasi atau penempatan teras.

Teras memang bisa berposisi di samping, belakang, atau depan rumah. Kebanyakan, orang memilih penempatan teras di bagian depan rumah agar berkesan lebih formal. Apabila rumah menghadap barat atau timur, sebaiknya ditambahkan kerai pada bagian teras rumah. Pasalnya, bangunan yang mengarah barat dan timur segaris dengan peredaran matahari, dan kemungkinan mendapatkan paparan cahaya matahari lebih besar pada waktu pagi atau sore. Hal ini juga berpengaruh pada pemilihan furnitur dan aksesori untuk teras.

Selanjutnya, Anda perlu menentukan tujuan pembuatan teras. Misalnya, untuk menyambut tamu dalam suasana nonformal atau sekaligus berfungsi sebagai tempat bersantai untuk membaca koran.

Hal tersebut akan menentukan perabot untuk teras Anda. Karena umumnya, berlokasi di bagian luar rumah dan berfungsi sebagai transisi antara halaman dengan rumah, sebaiknya pilihlah perabotan yang relatif tahan dengan cuaca.

Teras biasanya lebih banyak mendapat terpaan sinar matahari dan cipratan air hujan yang lebih banyak daripada ruangan dalam rumah. Pemilihan perabot yang “tahan banting” pun jadi penting.

Pemikiran serupa juga perlu diterapkan pada lantai. Agar tidak licin saat terkena air hujan, sebaiknya gunakan material lantai bertekstur. Misalnya, material berbahan keramik atau batu alam.

Untuk mempercantik teras, Anda bisa menempatkan meja dan kursi. Bisa juga menambahkan sentuhan tanaman dalam pot di tiap sudut atau digantung.

Karena berkaitan dengan halaman. Anda juga perlu memerhatikan penataan taman. Pastikan tampilan teras didukung pula dengan taman yang apik.

Sebagai catatan, sesuaikan pula atribut teras dengan gaya keseluruhan hunian agar tampil harmonis. Misalnya, jika rumah Anda bergaya etnik klasik, Anda bisa memilih perabot kayu yang berukir, patung pengantin tradisional, dan lain-lain.

Namun, jika ingin tampil lebih “berani”, kontraskan warna meja kursi dengan cat tembok atau latar teras agar tampil lebih atraktif. Atau, Anda bisa juga menggunakan dinding batu bata yang diekspos tanpa polesan sehingga berkesan lebih alami.

Desain Eksterior Rumah Mungil

desain eksterior rumah mungil,
dengan luas bangunan 42 m2,
terdiri dari 2 kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, dapur, satu kamar mandi/WC..

( disadur dari : blogargajogja.com )

Pohon Rindang Menyejukkan Teras

Teras belakang kerap jadi tempat duduk-duduk sambil minum teh. Tapi kalau panas? Siapa yang mau duduk-duduk di sana?

Idealnya sih , teras rumah itu tidak menghadap timur atau barat. Soalnya, arah hadap ini searah dengan pergerakan matahari, jadi pasti paling banyak kena panas. Masalahnya, bagaimana kalau sudah terlanjur membuat teras menghadap timur atau barat? Salah satunya seperti teras milik Ria Pramita, di foto ini.

Teras belakang rumah Ria menghadap barat, akibatnya teras terasa panas di sore hari. Padahal, sore hari adalah saat yang paling pas buat duduk-duduk santai di sini. Menempatkan atap pun ternyata belum cukup untuk mengurangi panas. Tapi, Ria menemukan solusinya, yaitu dengan “memayungi” teras. Payungnya adalah pohon rindang.

Untuk menghalau panas matahari, Ria menanam pohon kamboja di depan teras belakang rumahnya.Saat sore tiba, bayang-bayang pohon akan jatuh ke bagian teras. Jadi, teras belakang ga panas lagi, deh.

Bukan cuma panas yang terhalau, berada di bawah pohon juga membuat suhu udara lebih sejuk. Kalo sudah begini, tunggu apalagi? Habiskan sore di teras yuk !

( disadur dari : ideaonline.co.id )

Berapapun Ukurannya Teras Bisa Tampil Cantik

Mau luas atau sempit, di depan atau belakang rumah, jangan sia-siakan area yang satu ini. Teras bisa jadi area tambahan, yang mungkin tak terpikir sebelumnya.
Teras tak dibuat sekadar sebagai “perantara” yang mengantarkan orang dari halaman ke dalam rumah. Anda bisa memanfaatkan area yang satu ini untuk beragam fungsi. Jangan lupa, teras pun berhak tampil cantik, dengan demikian tampilan luar rumah pun semakin cantik pula.

Coba lihat dua foto teras berikut ini. Keduanya adalah contoh pemanfaatan dan percantikan teras, yang bisa jadi inspirasi buat Anda. Foto pertama adalah teras belakang rumah. Terlihat dari foto, ukuran teras belakang ini cukup luas, kurang lebih 3m x 3m. Daripada hanya menjadikannya ruang duduk, Anda bisa menyulapnya jadi ruang makan mini, plus ruang santai.

Sebuah meja persegi dan dua buah kursi makan ditempatkan di sana. Di salah satu sudutnya ditempatkan sofa tunggal lengkap dengan penyangga kakinya. Keberadaan standing lamp di belakang sofa, menandakan area ini juga kerap digunakan sebagai area baca. Supaya teras semakin cantik, ditempatkan pula sebuah meja konsol, dengan berbagai
artwork dipajang di sana. Dengan tampilan seperti ini, teras seperti ruang dalam yang dibawa keluar. Menarik!

Foto kedua adalah teras depan rumah, yang biasanya memang tidak berukuran luas. Teras ini memanjang berukuran kira-kira 2m x 1m. Ukuran yang sempit bukan berarti tidak bisa dibuat cantik.Buktinya teras di foto ini tampil menarik, kan ?

Ukuran yang sempit, tidak memungkinkan untuk menempatkan banyak benda, jadi jangan dipaksakan. Cukup tempatkan sebuah kursi kayu berdesain ramping, dengan peti kayu sebagai pengganti meja. Jangan lupa tambahkan tanaman pot atau bunga, supaya atmosfernya lebih natural dan “hidup”.Jadilah teras bergaya etnik.

Dengan teras yang tampil demikian cantik, Anda bisa mengesankan para tamu, bahkan sebelum mereka memasuki rumah. Jadi tunggu apa lagi? Yuk , percantik teras!

( disadur dari : ideaonline.co.id )

Lahan Sempit pun Bisa Jadi Taman Rumah nan Cantik

Jangan biarkan lorong samping rumah sekadar jadi jalur lalu lalang. Manfaatkan, yuk, jadi taman rumah nan indah.

Lorong samping, sebagai akses menuju bagian belakang rumah, ternyata bisa jadi area cantik. Bahkan di sana bisa menjadi pusat daya tarik rumah secara keseluruhan. Betapa tidak! Lahan terbatas itu dijadikan taman simpel yang menarik, bahkan dengan kolam ikan yang dihiasi dinding artifisial.

Taman samping di rumah Yusuf Ibrahim dan Dewi Fajar ini berukuran 6 m x 2 m. Untuk menyiasati lahan minim, Dewi menempatkan aneka tanaman di dalam pot. Karenanya, ada sebagian lahan yang tetap untuk area sirkulasi orang dan area duduk dengan lantai keramik.

Bukan cuma tanaman dalam pot yang mengisi taman itu. Daya tarik lain adalah kolam ikan dengan dinding artifisial. Dari dinding ini mengalir air, menyerupai tebing-tebing di area air terjun. Yusup memang menyukai air, di samping itu karena unsur air memberi kesegaran dan suara alami.

Untuk mendapatkan taman yang indah ini rupanya tidak asal jadi. Dewi mengaku beberapa kali ganti-pasang tanaman. “Saya coba-coba. Saya tanam satu tanaman, tapi jika saya rasa tak sesuai, ya saya ganti lagi. Tapi semua tanaman yang ada tak mahal-mahal. Paling yang bonsai keluarga cemara itu,” ungkapnya.

Anda juga punya lorong di samping rumah? Ide ini layak dicoba!

( disadur dari : kompas.com )

Tampil Alami dengan Atap Tanaman

Carport dapat didesain menyatu dengan taman. Tanaman rambat memberikan suasana asri pada fasad rumah.

Desain carport sebaiknya tidak “menyempal” dari konsep arsitektur rumah. Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah membuat desain seolah-olah menjadi bagian dari taman di sekitarnya.

Contohnya adalah carport ini, yang menggunakan atap rangka besi bercat putih. Didesain tanpa pelapis, atap itu berkesan natural; cocok dengan kesan country keseluruhan rumah. Teduh saat siang, sedikit basah di saat hujan. Rangkanya dipilih dengan desain lengkung. Puncak lengkung mencapai 2,7m dari lantai. Sebagai peneduh adalah tanaman rambat jenis passiflora merah.

Struktur atap alami itu ditunjang oleh tiga tiang pendukung di sisi kanan. Masing-masing tiang diberi batang besi tambahan sebagai rambatan menuju bagian atap. Di bagian sisi kiri, atap menumpang pada kolom teras dan sebuah tiang tunggal. Tiang ini berada tepat di belakang kolom pagar.

Sisi carport dikelilingi oleh bak yang ditanami sepatuphilum. Bak tanaman dilapisi batu alam agar tampilannya menyatu dengan lantai carport.

Lantai carport didesain cukup sederhana, berupa batu kali yang tidak dipoles. Hasilnya cukup kesat di kaki. Bagian tengah carport, yang bukan jalur ban, dibuat lebih dalam dan diisi dengan batu koral. Lantai dibuat miring sekitar 5cm dari jalan mobil di depannya.

Ukuran carport yang terbatas disiasati dengan pemilihan pagar yang tepat. Pagar bercat putih, dipilih minim detail dari besi-besi berdimensi kotak 1,5cmx1,5cm. Bagian pintu pagar hanya setinggi 100cm dengan masing-masing pintu selebar 140cm. Pintu pagar ditumpu kolom beton setinggi 115cm pada kedua sisinya. Tampak sedap dipandang, bukan?

( disadur dari : kompas.com )

Percantik Dinding Belakang Rumah

Jangan biarkan dinding belakang bangunan Anda tanpa olahan. Buatlah taman di sana, dan nikmati pemandangan baru yang menginspirasi Anda.

Taman selalu bikin pemandangan segar, menghilangkan penat, dan Anda bisa mendapatkan inspirasi. Sudut ruang yang biasanya tak terolah bisa jadi potensi untuk Anda maksimalkan gunanya dengan membuat taman. Taman di belakang kamar ini misalnya. Taman yang berada di depan jendela didesain dengan cukup simpel.

Desain taman yang simpel, dengan olahan tanaman anggrek yang digantung ke plafon adalah salah satu keistimewaan dari taman ini.

Lusy Wahyudi, seorang ahli dan pengajar Ikebana, memang menyukai anggrek. Hampir di setiap sudut taman terdapat anggrek, termasuk di taman belakang ini. Anggrek digantung dengan kawat yang terikat pada atap dak beton.

Taman gantung ini memberikan sensasi ruang yang ringan, dan menghilangkan kesan kaku bangunan. Elemen softscape, seperti tanaman, memang perlu untuk membuat bangunan lebih terlihat ramah dan nyaman

Olahan softscape lainnya adalah penempatan koral putih di depan dinding. Koral putih ditabur di depan area taman depan dengan lebar 40-50cm. Area sebelah luar koral adalah rumput dan di bagian dalamnya adalah tanaman-tanaman hias tropis.

Koral ini menjadi pembentuk ruang taman yang jelas, sehingga taman tak terlihat lepas dari komposisi dan menjadikan taman nyaman dipandang.

Ayo, hiasi sisi belakang rumah Anda. Dijamin membuat nyaman!

( disadur dari : kompas.com )

Merancang Teras agar Multifungsi

Mendandani teras tidak serumit mendandani interior rumah. Cukup siapkan meja dan kursi. Asal desainnya matching, habis perkara.

Teras yang satu ini tidak berada di depan, melainkan di belakang rumah. Fungsinya macam-macam. Bisa untuk sekadar duduk santai sambil minum teh sore hari. Tamu-tamu pun kerap dibawa ke sini, ngobrol ditemani angin sepoi-sepoi tentu terasa lebih asyik.

Untuk menunjang fungsinya, ditempatkanlah sebuah kursi kayu memanjang, sebuah single chair, dan tak lupa coffee table. Masalahnya, sinar matahari seringkali masuk dan membuat teras jadi panas. Hujan pun tidak lantas membuat masalah tuntas, malah air hujan seringkali tampias ke dalam.

Maka dicarilah solusinya. Untuk menghalau sinar matahari yang terlalu panas, dan menghalangi tampias air hujan, ditempatkan sebuah kerai bambu di tepian atap. Solusi kecil yang membereskan semua masalah.

Mengingat teras tidak terlindung dinding, maka pilihlah furnitur-furnitur dari material yang tahan akan perubahan cuaca. Kayu jati adalah pilihan paling jitu untuk si pecinta kayu. Tapi kalau budget tak mencukupi, rotan sintetis bisa jadi pilihan yang bagus. Ditambah lagi furnitur rotan sintetis punya banyak variasi desain.

Perlu diingat juga, jangan “merias” teras terlalu “menor” alias berlebihan. Fungsi utama area yang satu ini hanya mengantarkan orang dari luar ke dalam rumah. Dandanan yang berlebihan bisa-bisa membuat tampilan rumah jadi terlalu berat di depan.

( disadur dari : kompas.com )